Halaman

Tampilkan postingan dengan label Sains dan sekitarnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains dan sekitarnya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 April 2013

Cara Menjadi Astronot




Pernah bercita – cita menjadi astronot?atau berkeliling angkasa?
jika pernah, itu semua TIDAK MUDAH. Harus ada persiapan jangka panjang dan matang. Seperti latihan fisik, isolasi (simulasi di luar angkasa), pandai matematika dan teknologi informasi, astronomi, survival, dan lain lain. Asiknya astronot, kita bisa jalan-jalan ke luar angkasa gratis, sebelas dua belas kayak backpacker. Kalau bosan jadi backpacker karena udah menjelajahi setiap jengkal bumi dengan penghematan yang super ekstrim alias pelit, kenapa nggak sekalian ke luar angkasa?

hahaha parahnya, mau masuk seleksi astronot aja susah, jadi hampir tidak ada astronot dari indonesia, dikarenakan negara Indonesia tidak mempunyai alat untuk terbang di atas langitnya langit. 

Berbeda dengan Amerika yang punya NASA, rusia yang punya ROSCOSMOS, Eropa yang punya ESA(Uni Eropa) dll.Hal ini dikarenakan syarat menjadi seorang astronot salah satunya adalah menjadi WN dari suatu negara yang mampu mengirim manusia ke luar angkasa, baik melalui Badan Antariksa dari negara anda sendiri ataupun dari negara lain yang memiliki kesepakatan dengan negara anda.


Syarat awal mengikuti tes astronot:

1.Menjadi seorang WN suatu negara yang memiliki Badan Antariksa yang mampu mengirim manusia ke luar angkasa

2.Pelajari semua yang berhubungan dengan astronot, luar angkasa, dan sekitarnya

3.Anda harus menguasai semua mata pelajaran di sekolah maupun di universitas, terutama tentang sains, seperti fisika, matematika,dan sains yang lain

4.Gelar sarjana sangat dibutuhkan, terutama gelar doktor

5.Anda harus mempunyai pengalaman kerja selama kurang lebih 3tahun. Bila anda memilih jalur gelar kesarjanaan, disana nanti gelar Master dianggap sebagai pengalaman kerja 1tahun dan gelar PhD dianggap sebagai pengalaman kerja 3tahun tanpa menghiraukan selama apakah anda harus habiskan untuk memperoleh gelar tersebut. Jika bekerja, usahakan bekerja yang ada hubungannya dengan keantariksaan, seperti contohnya menjadi pilot, nahkoda sebuah kapal, navigasi, dll

6. Anda harus bisa berbahasa inggris, dikarenakan anda harus bisa melaporkan didepan semua penjuru dunia hasil dari experiment anda saat mengantariksa nanti

7.Mengajukan lamaran pekerjaan yang nanti dikirim kepada Astronaut Selection Office, NASA Johnson Space Center, Houston, TX 77058

8.Komunikasi sangat penting, terutama kerjasama, dikarenakan ini sebuah tim yang harus saling bekerjasama

9. Seorang astronot dibutuhkan tinggi 64 dan 76 inci, tekanan darah 140/90, bachelor’s degree, dan 3tahun pengalaman

10.Setelah itu dipilih beberapa kandidat sekitar 118 orang dari 4.015 kandidat untuk di bawa ke Johnson Space Center untuk interview dan orientasi

11.  Kandidat yang tersisa harus melakukan tes pelatihan fisik. Pandangan dan pendengaran harus bbenar – benar jeli. Kandidat harus tahan dalam kondisi terbalik sambil diputar dengan kecepatan 30 putaran permenit. Setelah itu mereka diletakkan dalam mesin pemutar sentrifugal dan diputar sampai 6 kali kekuatan gravitasi bumi selama 30detik. Kemudian babak selanjutnya kandidat diletakkan di sebuah ruangan yang kondisinya sama dengan berada pada ketinggian 10ribu m dan ruangan tersebut dikondisikan seperti membawa manusia ke permukaan bumi hanya dalam waktu 30detik yang sama artinya dengan naik kendaraan berkecepatan 1200 km/jam. 
    Kemudian sisanya lagi harus lari cepat sesuai usianya dengan waktu yang telah ditentukan. Di final, kandidat yang tersisa diwawancarai para manager antariksa Eropa dan dipilih siapa pemenangnya. Setelah mereka terpilih mereka tidak langsung terbang ke luar dunia, tetapi mereka harus mengikuti pembelajaran dan menjaga kesehatan selama berbulan bulan, dan di karantina seminggu sebelum peluncuran dilakukan







Menjadi astronot itu keren, menarik, tetapi banyak rintangan, dilihat dari syarat syarat diatas, selain itu ada banyak kerugian yang di dapat jika anda sudah menjadi astronot . bukanhak kesenangan itu sepaket dengan kesedihan??? ^_^

Baca blog tentang “Dampak Menjadi Astronot” yaa . . . terimakasiih J

.

Sabtu, 22 Desember 2012

Jika Nafas Kita Dihitung

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Sahabatku ..
Pernahkah kita menanyakan harga Oksigen di Apotik ?
Jika belum tahu, +/- Rp 25ribu/liter,

Pernahkah kita menanyakan harga Nitrogen di apotik ?
Jika belum tahu, +/- Rp 9.950/liter.

>> Taukah kita Bahwa <<

Dalam sehari manusia menghirup 2.880 liter Oksigen dan 11.376 liter Nitrogen-

2.880 x Rp.25.000,- = Rp. 72.000.000,-
11.376 x Rp. 9.950,- = Rp.113.191.200,-
---------------------------------------
Total biaya sehari - = Rp.185.191.200,-

biaya bernafas 1 bln = 30 x 185.191.200,- = Rp.5.555.736.000,-

1 thn 365 hari maka biaya untuk bernafas selama 1 th
365 x 185.191.200 = Rp.67.594.788.000,-

Jika harus dihargai dengan Rupiah maka Oksigen & Nitrogen yang kita hirup, akan mencapai Rp.185Juta lebih/hari/manusia ..!!

Sahabatku ...

Jika kita hitung kebutuhan kita sehari Rp.185 Juta, Maka sebulan Rp.5,5M/orang, setahun Rp.67,5 Milyar /orang ..

sudah berapa lamakah kita hidup di bumi Allah ini?
dan.... berapa rupiah biaya yang harus kita keluarkan untuk hidup selama itu, jika udara yang kita hirup harus dibayar?

SUBHANALLAH ...

Sungguh manusia pada hakekatnya sangat LEMAH & TIDAK LAYAK BERLAKU SOMBONG di muka BUMI ini ..

Orang yang paling KAYA pun tidak akan sanggup melunasi biaya Nafas hidupnya, ..

Masihkah kita belum mau BERSYUKUR, dan BERSIMPUH SUJUD untuk NYA ...

Baru nafas saja kita sudah semestinya menghabiskan Rp.185.191.200,-/hari ... dan itu GRATIS dari Allah ..!!

Sungguh, Allah maha pemurah atas segala karunia-Nya. Tak terkecuali nikmat Allah dari udara yang digunakan manusia sebagai bahan bernafas setiap saatnya.

Udara yang melimpah ruah di alam adalah bukti kasih sayang Allah yang luar biasa. Sekumpulan gas tersebut diberikan Allah kepada manusia dengan cuma-cuma. Tak sepeser pun dipungut dari manusia atas nikmat yang amat penting tersebut. Oleh karenanya, sudah sepantasnyalah manusia bersyukur kepada Sang Pencipta.

Dia-lah Rabb yang mengurus kita di siang dan di malam hari sebagaimana firman Allah,

“katakanlah: ‘Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain Allah) Yang Maha Pemurah?’…”(QS Al Anbiyaa’ 21: 42).

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.An-Nahl 16:18)

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS. Ibrahim 14:34)

Sungguh ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang akan kita dustakan?

Masihkah kita belum mau BERSYUKUR, .. dan BERSIMPUH SUJUD untuk NYA ...?

Wallahua’lam bish Shawwab ....
Barakallahufikum ....

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari saya ... dan kepada Allah SWT., saya mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....



:)

Selasa, 18 Desember 2012

Fakta Air Hujan



1. Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam.

2. Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepatan yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan (bayangkan jika hujan terjadi seperti gelembung air yang besar yang turun dari langit), bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan.

3. Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter.

4. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm.

5. Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi.

6. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505x1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan “takaran”.

7. Butiran air hujan berubah bentuk ratusan kali tiap detik.

8. Kalau butiran air hujan itu dibekukan akan membentuk keping kristal yg indah, tidak seperti air biasa yang di bekukan di freezer / kulkas.

9. Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan akan mengeluarkan bau wangi yg khas, senyawa ini dinamakan 'petrichor'.

10. Dan fakta terakhir yang paling misterius dan mengejutkan ilmuan. Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”.
Dan pada titik ini, para ilmuan meyakini bahwa manusia biasanya mendapatkan inspirasi.

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya ;hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.(Q.S.7 ; 57 ).

Di Belakang Air Hujan


Kalian tahu, semua yang Allah SWT ciptakan pasti bermanfaat meski sekecil zahrapun. Bahkan kalian tau air yang biasa turun dari atas langit?
Akibat hujan mungkin banyak orang yang merasa terganggu dalam melakukan aktivitasnya. misalkan di saat di perjalanan, saat membangun rumah, saat upacara di lapangan terbuka dan lain sebagainya. Hujan juga dapat menggelisahkan banyak orang jika ia datang dan mengakibatkan banjir. Akibat banjir,rumah bisa tenggelam bahkan nyawapun terenggut oleh bahaya banjir. Tak hanya itu bahkan hal yang sering kita dengar jika hari-hari hujan terus harga-harga sembakopun naik/melonjak drastis.
Kemudian akibat hujan kita tidak bisa menjemur pakaian sehingga menumpuk berhari-hari, apalagi  perusahaan/industri-industri yang produksinya membutuhkan sinar matahari jika hujan pasti akan rugi dan satu lagi, jika di musim hujan penjual es pun tidak laku. Anomali cuaca kian terasa bulan-bulan ini kadang panas menyengat dan kemudian hujan tiba-tiba. Penyakit musimanpun banyak berjangkit.Tak lupa juga media masa atau elektronikpun memberitakan banyaknya bencana alam seperti longsor terjadi di banyak daerah. Maka tak heran jika orang-orang menyimpulkan akibat hujan banyaknya kerugian yang harus di tanggung.

Tapi, tahukah kalian?

Air hujan yang mencapai awan setelah diuapkan dari laut mengandung zat-zat tertentu “yang menghidupkan” negeri (tanah) yang telah mati. Air “pemberi kehidupan” ini disebut “air tensi permukaan”. Air tensi permukaan terbentuk pada tingkat puncak permukaan laut yang oleh para biolog disebut “lapisan mikro”. Di lapisan ini, yang ketipisannya kurang dari sepersepuluh meter, terdapat banyak sisa organik yang disebabakan oleh polusi zooplankton dan ganggang mikroskopik. Beberapa sisa ini menyeleksi dan menghimpun dalam lubuk mereka beberapa unsur yang amat jarang di air laut, seperti fosfor, magnesium, potasium dan beberapa logam berat, seperti tembaga, seng, kobalt dan timah. Air yang bermuatan “penyubur ini” terangkat ke langit oleh angin dan setelah beberapa saat kemudian jatuh ke tanah didalam air hujan. Benih dan tanaman di bumi mendapati banyak garam metalik dan unsur-unsur yang sangat penting bagi pertumbuhan mereka di dalam air hujan ini.
 
Garam-garam yang jatuh dengan hujan merupakan contoh kecil unsur-unsur tertentu (kalsium, megnesium, potassium dan sebagainya) yang dipakai untuk menambah kesuburan. Logam-logam berat yang terdapat dalam tipe-tipe aerosol ini merupakan unsur air yang menambah kesuburan dalam pertumbuhan dan pemproduksian tanaman.


Tanah tandus bisa dilengkapi dengan semua unsur yang penting bagi tanaman dalam periode 100 tahun dalam periode 100 tahun hanya dengan penyubur yang dicurahkan dengan air hujan. Hutan-hutan juga berkembang dan mengkonsumsi “makanan” dengan bantuan aerosol yang berbasis laut. Dengan cara ini, 150 juta ton penyubur jatuh ke seluruh permukaan tanah setiap tahunnya. Jika tidak ada penyuburan alamiah seperti ini, tidak akan ada tanaman dibumi dan keseimbangan ekologis akan cacat.

Kita harus ingat bahwa para ahli meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan mutakhir seperti pesawat terbang, satelit, komputer, dsb. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu... SUBHANALLAH.. 

mari dibuktikan dengan Al-Qur'an:

 Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan.

Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, "bahan baku" hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat.

Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur’an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan,

ٱللَّهُ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُۥ فِى ٱلسَّمَآءِ كَيْفَ يَشَآءُ وَيَجْعَلُهُۥ كِسَفًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ ۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ - الروم : ٤٨

"Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)

Gambar di samping memperlihatkan butiran-butiran air yang lepas ke udara. Ini adalah tahap pertama dalam proses pembentukan hujan. Setelah itu, butiran-butiran air dalam awan yang baru saja terbentuk akan melayang di udara untuk kemudian menebal, menjadi jenuh, dan turun sebagai hujan. Seluruh tahapan ini disebutkan dalam Al Qur'an.

***


Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.

TAHAP KE-1,
"Dialah Allah Yang mengirimkan angin..."
......................................................

Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air".


TAHAP KE-2,
“...lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal..."
.......................................................

Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diameter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.


TAHAP KE-3,
"...lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya..."
.......................................................

Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel-partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.

***


Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزْجِى سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِنۢ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَآءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَٰرِ -- النور : ٤٣

"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (Al Qur'an, 24:43)

Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:

TAHAP - 1,
Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.

TAHAP - 2,
Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.

TAHAP - 3,
Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb. (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142)



Subhanallah :)